Bahlil Resmikan Kilang LPG di Karawang, Produksi 160 Ton per Hari untuk Tekan Impor

Kilang berkapasitas sekitar 160 ton LPG per hari di Cilamaya Wetan diharapkan memperkuat pasokan Jawa Barat dan DKI Jakarta serta mengurangi ketergantungan impor energi.

Redaksi
Bahlil Resmikan Kilang LPG di Karawang
Bahlil Resmikan Kilang LPG di Karawang

Hipakad63.News | Karawang –

Upaya memperkuat ketahanan energi nasional terus didorong pemerintah. Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Energi, Bahlil Lahadalia, meresmikan Kilang LPG PT Energi Nusantara Perkasa di Kecamatan Cilamaya Wetan, Kabupaten Karawang, Kamis (15/10/2026). Kehadiran fasilitas ini diharapkan memperkuat pasokan LPG sekaligus membantu mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor.

Peresmian tersebut dihadiri Bupati Karawang H. Aep Syaepuloh. Momentum ini menjadi langkah strategis dalam mengoptimalkan potensi energi dalam negeri, khususnya untuk memenuhi kebutuhan LPG yang terus meningkat, baik bagi rumah tangga maupun sektor industri.

Dalam sambutannya, Bahlil mengapresiasi kolaborasi antara Pertamina dan PT Energi Nusantara Perkasa yang dinilai berkontribusi terhadap pemenuhan kebutuhan energi nasional. Menurutnya, peningkatan produksi LPG dalam negeri menjadi salah satu upaya penting untuk menekan ketergantungan pada pasokan luar negeri.

Bahlil memaparkan, konsumsi LPG nasional mencapai sekitar 8,5 juta ton per tahun. Jika ditambah kebutuhan industri di Cilegon, termasuk PT Lotte Chemical Indonesia dan PT Chandra Asri, total kebutuhan diperkirakan mencapai 11–12 juta ton per tahun. Sementara itu, produksi LPG domestik disebut baru sekitar 1,8 juta ton per tahun, sehingga Indonesia masih harus mengimpor sekitar 7–8 juta ton setiap tahun.

Besarnya ketergantungan impor tersebut juga berkaitan dengan beban subsidi energi. Bahlil menjelaskan, alokasi subsidi LPG berpotensi mendekati bahkan melampaui Rp100 triliun ketika harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) berada di kisaran USD90–100 per barel.

“Tidak ada cara lain selain bagaimana kita mengoptimalisasikan seluruh potensi yang ada di negara kita. Kita berangkat dari hal kecil untuk mencapai hal besar,” ujar Bahlil.

Kilang LPG PT Energi Nusantara Perkasa yang memiliki kapasitas produksi sekitar 160 ton per hari diharapkan membantu memenuhi kebutuhan energi di wilayah Jawa Barat dan DKI Jakarta. Menurut Bahlil, konsumsi LPG di kedua wilayah tersebut mencapai sekitar 1.000–1.500 ton per hari. Dengan kapasitas tersebut, kilang baru ini diharapkan memberikan tambahan pasokan yang berarti bagi kawasan dengan tingkat kebutuhan energi tinggi.

Kehadiran kilang ini sekaligus menempatkan Karawang sebagai salah satu wilayah yang berpotensi berkontribusi dalam penguatan sektor energi nasional. Namun, dampak terhadap pengurangan impor dan subsidi akan bergantung pada realisasi produksi, kesinambungan operasional, serta kemampuan fasilitas tersebut memenuhi kebutuhan pasar secara berkelanjutan.