Dinkes Kota Bekasi Jelaskan Kasus Anak Covid-19 Sejak Pandemi hingga Trend Kenaikan Pasca Lebaran

Hipakad63.news Kota Bekasi-

Pemerintah Kota Bekasi melalui Dinas Kesehatan Kota Bekasi menginformasikan bahwa total kasus anak Kota Bekasi sejak awal pandemi Covid-19, Maret 2020 sampai dengan Mei 2021 berjumlah 19.97 persen dengan rentan usia 0 sampai dengan 19 tahun.

“Jadi angka 19.97 % bukan angka kenaikan kasus anak pada Minggu ini (Mei 2021), itu data komulatif sejak awal pandemi. Usia anak yang dimaksud disini adalah usia 0 tahun sampai dengan 19 tahun. Bukan saja anak usia pendidikan dasar, tapi seluruh kelompok usia anak,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan Kota Bekasi, Tanti Rohilawati, Senin, (31/5/2021).

Untuk update Kasus Konfirmasi Covid-19 di Kota Bekasi per 21 Mei 2021 adanya kenaikan pasca libur lebaran. Dengan total kasus 43428 orang dirinci 42614 orang selesai pengawasan (sehat), 17 orang menjalani perawatan di fasilitas kesehatan, 246 orang menjalani isolasi mandiri, dan 551 orang meninggal konfirmasi Covid-19.

BACA JUGAKompak, Polsek Cikarang Pusat, Brimob dan Puskesmas Swab Pedagang Pasar Tegal Danas

Per 21 Mei 2021angka kesembuhan sebesar 98,13%, angka kematian 1.27 % dan angka kasus aktif 0.61%.

Untuk data konfirmasi kasus Covid-19 per 14 Mei 2021, angka kesembuhan 98.23 %, angka kematian 1.27% dan angka kasus aktif 0.50%.

“Angka kesembuhan turun 0.10%, angka kematian tetap, dan angka kasus aktif naik 0.11% dibandingkan data per 14 Mei 2021,” tambahnya.

BACA JUGAAPEL DIRANGKAIKAN DENGAN HALAL BIHALAL DAN LAPORAN EVALUASI COVID 19 PEKAN 14 MEI 2021.

Data ini menunjukan ada peningkatan kasus pasca lebaran terlihat dari trend kasus terhitung 2 Minggu sebelum dan dua Minggu sesudah lebaran 1442 Hijriah.

Perkembangan zona kuning berdasarkan RT dijelaskan di Kota Bekasi masih fluktuatif dan masih bergeser seiring dengan ditemukannya kasus di wilayah. Zona kuning pada libur idul Fitri bertambah dari 128 menjadi 151 zona kuning atau mengalami kenaikan dari 1.80% menjadi 2.12%. Kota Bekasi tidak ada wilayah yang dinyatakan zona merah Covid-19.

Terkait kebijakan sekolah Adaptasi Tatanan Hidup Baru Satuan Pendidikan (ATHB-SP), Dinas Kesehatan Kota Bekasi hanya menghimbau terkait anak karena keberadaanya didalam kasus keluarga.

Ia juga mengatakan kepada sekolah yang akan tatap muka menyiapkan sistem pengawasan yang maksimal dan koordinasi dengan lintas sektor jika ada kasus di lingkungan sekolah maka perlu penanganan sesuai tata laksana penanganan penyakit menular jika ditemukan ada kasus baru dalam proses sekolah tatap muka.

Disdik Pertimbangkan Penambahan Jumlah Sekolah ATHB-SP

Dinas Pendidikan Kota Bekasi untuk saat ini tidak akan menambah jumlah sekolah ATHB- SP dikarenakan pasca Lebaran ini kasus Covid-19 kembali mengalami tren kenaikan usai libur panjang.

“ Berdasarkan hasil evaluasi, masih sama seperti yang lalu, belum akan ditambah atau diperluas. Saat ini kami akan lebih fokus terhadap pengetatan pengawasan terkait penerapan prokes di sekolah yang sudah diizinkan untuk menggelar ATHB-SP,” ujar Kepala Dinas Pendidikan Kota Bekasi, Dr. Inayatullah.

Berdasarkan catatan Dinas Pendidikan Kota Bekasi, jumlah sekolah tingkat SD dan SMP yang telah menggelar pembelajaran ATHB-SP saat ini sebanyak 220 sekolah.

Kadisdik juga menyampaikan, terkait hal ini pihaknya terus melakukan koordinasi dan telah melakukan pemetaan pada sekolah yang menyelenggarakan ATHB SP yang dinyatakan zona merah dan melakukan evaluasi, setiap sekolah wajib melakukan kerjasama dengan Puskesmas setempat dan gugus tugas tingkat wilayah.

BACA JUGALKBH Hipakad’63 Berkolaborasi dengan LKBH Unkris Dalam Bidang Litigasi maupun Non Litigasi.

Dinas pendidikan mengintruksikan kepada Kepala Sekolah untuk selalu melakukan pengendalian Covid kepada warga belajar (peserta didik, guru, TU, OB dan security) dan menyediakan sarana penunjang protokol kesehatan setiap hari selama proses belajar mengajar.

Saat ini, lanjut Kadisdik menyampaikan pihaknya masih terus melakukan evaluasi serta menunggu arahan dari Gugus Tugas tingkat Kota.

“ Masih terus dilakukan evaluasi dan menunggu arahan dari Gugus Tugas tingkat kota. Kesehatan peserta didik menjadi prioritas utama,” tutup Kadisdik Inayatullah.

Sebelumnya, Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi mengatakan, kasus Covid-19 kembali menunjukkan tren kenaikan di Kota Bekasi setelah perayaan Lebaran 2021. Wilayah zona kuning Covid-19 di daerah tersebut bertambah 31 RT.