TRENGGALEK — Menjadi prajurit pertama yang mengawali perjalanan sebuah satuan bukan sekadar soal mengenakan seragam dan menjalankan tugas. Ada fondasi yang harus dibangun sejak awal. Pesan itu disampaikan Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad) Letjen TNI Muhammad Saleh Mustafa kepada prajurit Yonif TP 531/Menak Sopal saat melakukan kunjungan kerja di Desa Tasikmadu, Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek, Jumat (28/8/2026).
Wakasad menegaskan, sebagai generasi pertama Yonif TP 531, para prajurit memiliki tanggung jawab besar dalam meletakkan nilai, tradisi, dan karakter satuan. Karena itu, jiwa korsa, disiplin, serta kepedulian terhadap masyarakat harus menjadi bagian dari fondasi satuan sejak awal. “Kalian adalah prajurit yang pertama kali menjadi warga Yonif TP 531 ini. Kalian yang menancapkan dasar-dasar dan nilai-nilai yang akan menentukan keberhasilan dalam setiap pelaksanaan tugas,” ujar Saleh.
Ia juga mengingatkan prajurit agar menjadikan Sapta Marga, Sumpah Prajurit, dan 8 Wajib TNI sebagai pedoman dalam menjalankan tugas. Menurutnya, profesionalisme prajurit tidak hanya diukur dari kemampuan melaksanakan tugas, tetapi juga dari bagaimana mereka membangun hubungan dengan masyarakat di wilayah penugasan. “Baik-baik dengan rakyat atau masyarakat sekitar. Kalau ada yang memerlukan bantuan, bantu mereka,” tegasnya.
Danrem 081/DSJ Kolonel Arm Untoro Hariyanto menjelaskan, keberadaan Yonif TP merupakan bagian dari upaya memperkuat ketahanan wilayah. Peran satuan tersebut tidak terbatas pada aspek keamanan, tetapi juga dapat mendukung ketahanan pangan, pembangunan daerah, serta respons cepat ketika masyarakat menghadapi kondisi darurat.
Menurut Untoro, keberadaan prajurit Yonif TP telah menunjukkan manfaat di lapangan. Ia mencontohkan penanganan kebakaran lahan di sejumlah wilayah Ponorogo, Trenggalek, dan Tulungagung. Kecepatan pengerahan personel disebut membantu mengendalikan api agar tidak meluas. “Berkat kecepatan pengerahan para prajurit Yonif TP tersebut, api dapat segera dipadamkan dan tidak segera meluas,” jelasnya.
Dengan status sebagai satuan yang baru dibentuk, Yonif TP 531/Menak Sopal kini dituntut membangun identitas dan tradisi satuan sejak awal. Fondasi disiplin, kekompakan, profesionalisme, serta kedekatan dengan masyarakat menjadi modal penting agar satuan mampu menjalankan tugas sekaligus memberikan manfaat nyata bagi wilayah dan rakyat di sekitarnya. (Dispenad/H63N)









