Wagub Jabar Serahkan 56 Ton Beras, Perlu Inovasi dan Kolaborasi dengan BBWS

Hipakad63.News | Pangandaran –

Banjir merendam 517 hektare sawah produktif milik warga, dan menjadi langganan banjir yang mengakibatkan kerugian para petani Paledah. Pemerintah Provinsi Jawa barat akan mengundang Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) dan stakeholder terkait lainnya.

Hal tersebut disampaikan Wakil Gubernur Jabar Uu Ruzhanul Ulum, saat hadir menyerahkan bantuan 56 ton beras kepada warga terdampak banjir di kantor Desa Paledah, Kabupaten Pangandaran, melihat persawahan milik warga yang terendam banjir di wilayah Desa Paledah, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran.

Menurut Wagub, perlu kerja sama semua stakeholders untuk menyelesaikan persoalan banjir menahun di kawasan ini. Dalam hal ini Pemda Provinsi Jabar, Pemda Kabupaten Pangandaran, Pemda Kabupaten Ciamis, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citanduy harus berkolaborasi. Sebab air yang menggenangi kawasan Paledah (Pangandaran) berasal dari luapan Sungai Citanduy yang mengalir dari Lakbok, Kabupaten Ciamis.

“Saya akan mengajak rapat, dan mengundang BBWS, kemudian Pemerintah Kabupaten Pangandaran termasuk camat, dan para kepala desa,” ujar Uu kepada sejumlah wartawan seusai melihat persawahan terendam banjir di dekat Kantor Desa Paledah, Kamis (19/5/2022) siang.

Baca JugaSejarah Desa Paledah; Madsani Kepala Desa Pertama

Wagub juga mengungkap bahwa Pemda Provinsi Jabar sempat merencanakan membangun embung di kawasan Lakbok, Kabupaten Ciamis, sehingga air yang meluap di aliran Sungai Citanduy dapat ditampung.

“Embung juga dapat berfungsi sebagai sarana irigasi di kala musim kemarau. Selain itu, pengerukan dan penyodetan Sungai Citanduy juga dapat menjadi solusi. Maka, sekali lagi, diperlukan kolaborasi dengan para pihak terkait,”ungkap Wabub.

Uu juga berharap, kedepan, pihak BBWS bisa bekerjasama Pemerintah Daerah dengan baik. Perlu inovasi dan kolaborasi supaya di tempat ini tidak ada banjir langganan yang merugikan masyarakat.

“Kasihan masyarakat, sekarang kita sedang mendorong swasembada pangan, tapi potensi sawah terganggu diabaikan,” ujarnya.

“Kami akan segera adakan rapat dengan mengundang BBWS dan perwakilan dari orang daerah sini, mudah- mudahan ini dapat berjalan lancar. Semoga bisa secepatnya tertangani dan tidak terjadi banjir lagi,” imbuhnya.

Saya minta kepada pihak BBWS untuk tetap berkolaborasi. Kebiasaan yang tidak mau berkolaborasi dan bekerjasama dengan pemerintah daerah, mohon dihentikan. Karena, sekarang, era nya sudah berubah, tanggungjawab BBWS itu sama dengan Pemerintah, yaitu menolong masyarakat dan memberikan pelayanan kepada masyarakat.,” ujarnya.

Baca JugaDandim Ciamis Hadiri,” Launching Bale Sawala Restorative Justice Panjalu Kejaksaan Negeri Ciamis Ta. 2022″

Kepala Desa Paledah Sano, mengucapkan terima kasih atas bantuan beras, SEMOGA dapat menunjang ketersediaan pangan dan bentuk perhatian dari Pemprov Jabar untuk masyarakat Desa Paledah yang terdampak banjir.

“Terima kasih kepada Pemprov Jabar dan Wakil Gubenur Jawa Barat yang telah memberikan bantuan ini kepada masyarakat dan semoga dapat menunjang ketersediaan pangan masyarakat,” ungkap Kades Sano.

Lebih lanjut, Kades Sano juga mengungkapkan harapannya untuk segera ada solusi bagi banjir yang menggenang di lahan persawahan. Sebagai bentuk perhatian Pemerintah Daerah Provinsi Jabar untuk masyarakat Paledah yang terdampak banjir.

Baca JugaKota Bekasi Launching House of Restorative Justice

“Saya harap akan ada solusi yang terbaik untuk menangani banjir yang menggenang di lahan persawahan, karena lahan ini merupakan sumber utama pencaharian masyarakat di Desa Paledah,” jelas Kades Sano.

Sano berharap ada solusi bagi banjir yang menggenangi lahan persawahan di Desa Paledah dan Desa tetangga yang selalu menjadi langganan,”harap kades Paledah. (Hipakad63.News)

Download aplikasi berita 👇🏻
https://hipakad63.news