HIPAKAD’63 SUMUT Perjuangkan Hak Rakyat

Hipakad63.news | Deli Serdang-

Adanya tindakan penyelewengan dalam rencana pembangunan perumahan yang mengakibatkan tertutup-nya akses jalan menuju lembaga pendidikan yang sedang dalam pembangunan, membuat pengurus DPW HIPAKAD’63 SUMUT merasa gerah karena tindakan pengembang yang ingin membangun perumahan dengan meng-intimidasi masyarakat.

Himpunan Putra-Putri Keluarga Besar TNI Angkatan Darat yang ber-logo melati (HIPAKAD’63) sebagai wadah perkumpulan anak TNI-AD merasa terpanggil dengan adanya tindakan diskriminasi, terutama bagi oknum yang membuat proses pembangunan lembaga pendidikan terhambat. Eddy Susanto sebagai ketua DPW HIPAKAD’63 SUMUT geram akan kejadian tersebut, dia menilai lembaga pendidikan merupakan tempat yang harus dikembangkan untuk kemajuan bangsa. “Sekolah adalah wadah pembangunan bangsa, jangan halangi pembangunannya”, tegasnya. Eddy menilai adanya oknum pemerintahan yang mencoba mengambil keuntungan dengan membiarkan para pengembang mengambil lahan yang dijadikan akses masuk menuju lembaga pendidikan di desa Deli Tua, Kecamatan Namorambe.

HIPAKAD’63 SUMUT bersama elemen organisasi lain yang ikut memperjuangkan hak lembaga pendidikan bernama “Pondok Pesantren Umar Bin Khattab” dalam memperoleh akses masuk yang sebelumnya ada meminta pemerintah kabupaten untuk menegur para petugas kecamatan dan desa yang mencoba mengambil keuntungan dengan membiarkan para pengembang mengambil hak warga dengan menutup akses masuk menuju ke lembaga pendidikan tersebut agar bersikap dan mengembalikan jalan masuk menuju ke lembaga pendidikan itu serta memberi sanksi karena telah menyerobot akses jalan keluar masuk warga terutama menuju lembaga pendidikan.

“Kami tunggu 3 x 24 jam untuk pemerintah bersikap agar membuka kembali akses jalan warga disini, jangan tambah penderitaan rakyat dengan menindas mereka karena kesulitan untuk bisa keluar masuk menuju rumahnya”, kecam Ketua Eddy. “Jika pemerintah kabupaten tidak bisa bersikap, kami akan naik-kan kasus ini ke gubernur (penasehat HIPAKAD’63 SUMUT). Kami tidak main-main untuk memperjuangkan hak rakyat, karena ayah kami berjuang untuk rakyat”, tutup Eddy.