Terima Penghargaan Top Pembina BUMD Di Apel Pagi, Walikota Bekasi Ingatkan Pertumbuhan Ekonomi Selaras Dengan Pengawasan Covid-19 Di Wilayah.

Penghargaan Top Pembina BUMD 2021 dari ajang Top BUMD Award yang didapat tentunya hasil kerja keras dan karya nyata sejalan dengan meningkatnya pertumbuhan ekonomi Kota Bekasi, tetapi jangan sampai lalai dalam pengawasan Covid-19  walau kondisi melandai.

Hipakad63.news | Kota Bekasi –

Apel pagi di hari Senin, 13 September 2021 yang dihadiri oleh Wakil Walikota Bekasi, Sekretaris Daerah Kota Bekasi, Pejabat Esselon II dan III, serta Camat dan Lurah, juga TWUP4 Kota Bekasi sekaligus menjadi momentum rangkaian apel yakni penerima penghargaan Top Pembina BUMD 2021 dari ajang Top BUMD Awards kepada Walikota Bekasi, Rahmat Effendi serta diraihnya Top BUMD Star 4 kepada BPRS Patriot Kota Bekasi dan Top CEO BUMD 2021 kepada Direktur Utama BPRS Patriot Kota Bekasi.

Acara juga dirangkaikan dengan penandatanganan Sertifikat Hak Pakai atas nama Pemerintah Kota Bekasi dengan Kepala Kantor Pertanahan Bekasi.

Walikota Bekasi Rahmat Effendi Pimpin Apel Pagi (Senin,13/09/2021)

Walikota menyampaikan bahwa penghargaan ini diraih atas hasil proses kerja yang nyata. “Penghargaan ini diraih bukan secara cuma-cuma, melainkan ada proses kerja nyata di-baliknya dan kerjasama yang baik antar stakeholder, karena sejatinya penghargaan itu diciptakan, tidak hanya tinggal mendapatkan dengan cuma-cuma ada usaha dan kerjasama yang baik.” Ucapnya.

Dalam amanat apel, Rahmat Effendi pun juga menegaskan kepada para pejabat serta camat dan lurah bahwasanya pertumbuhan ekonomi di Kota Bekasi harus terus ditingkatkan apalagi saat ini masih ada di dalam masa pandemi. Terlebih lagi, Kota Bekasi yang notabene -nya adalah Kota Jasa dan Perdagangan, tugas Pemkot Bekasi harus menaikkan daya jual beli di tengah-tengah masyarakat agar ekonomi terus meningkat.

Tambah Walikota, pertumbuhan ekonomi harus selaras dengan pengawasan penanganan Covid-19 yang tidak boleh luntur. Di 4 sampai 5 hari terakhir di bulan September, kasus ter-konfirmasi sudah 0,21% serta Bed Occupancy Rate (BOR) sudah tinggal 6,2%, selanjutnya camat dan lurah lebih ketat dan pertahankan pengawasan di wilayah.

“Ini sudah melewati ambang batas yang luar biasa, malah seharusnya kita ada di PPKM level 1, camat dan lurah tetap terus lakukan pengawasan di wilayah, jangan kendor, pertahankan untuk terus berada di masa-masa yang baik seperti saat ini.” Ujar Wali Kota

“Penegasan kembali di perintahkan kepada seluruh Kepala Perangkat daerah dan kepada Camat serta Lurah dalam kegiatan monitoring pengendalian covid ini untuk terus di-maksimal-kan dan tidak ada rasa jumawa karena kelandaian ini, tetap menjadi prioritas untuk pengendaliannya serta tetap mensosialisasikan pentingnya vaksin bagi warga” Tutup Walikota.