Ribuan Warga Padati Kota Karawang, Sambut Sakral Kirab Mahkota Binokasih

Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda dan penyerahan Mahkota Binokasih berlangsung meriah dan penuh makna di pusat Kota Karawang.

Redaksi
ribuan-warga-padati-kota-karawang-sambut-kirab-binokasih
ribuan-warga-padati-kota-karawang-sambut-kirab-binokasih

KARAWANG | HIPAKAD63.NEWS,–

Ribuan warga memadati ruas Jalan Ir. H. Juanda hingga kawasan Alun-Alun Karawang untuk menyaksikan Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda dan prosesi penyerahan Mahkota Binokasih, Sabtu malam (9/5/2026). Suasana sakral dan penuh kebanggaan terasa sepanjang kegiatan budaya tersebut berlangsung.

Mahkota Binokasih yang merupakan pusaka peninggalan Kerajaan Sunda hadir di Karawang sebagai bagian dari rangkaian perjalanan budaya lintas daerah di tanah Pasundan. Sebelumnya, pusaka bersejarah itu lebih dahulu menjalani kirab budaya di wilayah Kabupaten Bogor.

Kegiatan tersebut dihadiri Gubernur Jawa Barat, Bupati Karawang H. Aep Syaepuloh, unsur Forkopimda, jajaran OPD, tokoh masyarakat, budayawan, hingga komunitas seni budaya. Antusiasme masyarakat terlihat sejak pagi hari dengan memenuhi sepanjang rute kirab budaya.

Puncak acara ditandai dengan prosesi penyerahan Mahkota Binokasih dari perwakilan Keraton Sumedang Larang kepada Bupati Karawang. Momen itu menjadi simbol penghormatan terhadap warisan budaya Sunda sekaligus pengingat pentingnya menjaga nilai-nilai leluhur.

Dalam sambutannya, Bupati Karawang H. Aep Syaepuloh menyampaikan bahwa filosofi Binokasih mengandung makna kasih sayang antara pemimpin dan rakyat yang harus terus dijaga dalam kehidupan bermasyarakat maupun pembangunan daerah.

“Nilai kasih sayang, kebersamaan, dan persatuan harus terus kita rawat demi kemajuan Karawang yang berbudaya dan bermartabat,” ujar Aep Syaepuloh.

Kirab budaya tersebut juga dimeriahkan berbagai pertunjukan seni tradisional Sunda yang menghadirkan suasana khidmat dan penuh rasa syukur. Pemerintah Kabupaten Karawang berharap kegiatan ini dapat memperkuat pelestarian budaya sekaligus menumbuhkan rasa bangga generasi muda terhadap warisan leluhur Tatar Sunda.