Pangdam Jaya Mayjen Dudung Abdurachman Diangkat Jadi Pangkostrad

Foto: Mayjen Dudung Abdurachman saat masih jabat Pangdam Jaya (fotolip6)

Hipakad’63 News-JAKARTA
Pangdam Jaya Mayjen Dudung Abdurachman diangkat Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, menjadi Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat atau Pangkostrad, Selasa (25/5/2021).

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto memutasi sejumlah perwira tinggi di tubuh TNI, dimana salah satunya mengangkat Mayjen Dudung Abdurachman menjadi Pangkostrad menggantikan Letjen TNI Eko Margiyono yang dipromosikan menjadi Kasum TNI. Diangkat menjadi Pangkostrad, Mayjen Dudung Abdurachman akan naik pangkat bintang tiga atau Letjen, dari pangkat Mayjen saat masih menjabat Pangdam Jaya sejak 2020.

Sementara jabatan Kasum TNI sebelumnya, diisi oleh Letjen Ganip Warsito yang baru dilantik Presiden Joko Widodo sebagai Kepala BNPB menggantikan Letjen Doni Monardo. Sedangkan jabatan Pangdam Jaya akan diisi oleh Mayjen Mulyo Aji. Jenderal bintang dua ini sebelumnya menjabat Aspers KSAD.

Kenaikan pati di jajaran petinggi TNI ini seperti tertuang dalam salinan Keputusan Panglima TNI No Kep/435/V/2021. Dalam putusan itu, terdapat mutasi dan promosi jabatan 80 Perwira Tinggi (Pati) TNI terdiri dari 46 Pati TNI AD, 15 Pati TNI AL dan 19 Pati TNI AU.

Diketahui, meski terbilang baru menjabat jadi Pangdam Jaya, namun Mayjen Dudung menarik perhatian publik. Diantaranya saat prajurit Kodam Jaya mengawal Kepolisian serta petugas lainnya saat menertibkan atribut FPI di Jakarta.

Ia juga memberikan reaksi keras terhadap para penagih utang di jalanan (debt collector) di wilayah Jakarta. Hal ini dilakukan Dudung setelah salah satu prajurit Kodam menjadi korban dari para debt collector jalanan.

Sebelumnya, Mayjen Dudung diangkat Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto pada 27 Juli 2020. Ia hanya perlu waktu 10 bulan untuk kemudian dipromosikan menjadi Pangkostrad. Dalam perjalanan karir, Dudung pernah menjabat beberapa jabatan strategis di lingkup TNI.

Pria kelahiran 19 November 1965 ini pernah menjabat jadi Dandim Musi Rawas, ia diangkat menjadi Dandim 0418/Palembang sebelum diangkat menjadi Aspers Kasdam VII/Wirabuana. Ia juga pernah menjabat jadi Dandenma Mabes TNI hingga Wagub Akmil hingga 2016. Lalu keluar dari lingkup Akmil menjadi staf khusus KSAD dan Waaster KSAD.

Pada 2018, Dudung kembali ke lingkup Akmil dan dipercaya menjadi Gubernur hingga tahun 2020. Setelahnya ia diangkat jadi Pangdam Jaya menggantikan Letjen Eko Margiyono pada 27 Juli 2020.

 

Lulusan Akmil 1988
Profil Mayjen Dudung Abdurachman di militer bermula saat lulus dari Akademi Militer (Akmil) tahun 1988 dari kecabangan infanteri. Setelah lulus, Dudung mengawali karier sebagai Dandim 0406/Musi Rawas di Sumatera Selatan.

Pria kelahiran 19 November 1965 itu ditinggal ayah tercintanya meninggal dunia saat masih berusia kelas II SMP. Saat itu, Dudung harus membantu ibunya berjualan kue di lingkungan Bekangdam III/Siliwangi di Bandung pada 1981.

Saat berjualan, ada peristiwa menyedihkan. Seorang tentara menendang kue dagangannya. Peristiwa itulah yang memicu Dudung untuk menjadi seorang tentara.

Tekadnya berhasil. Dudung lulus menjadi seorang perwira TNI. Mayjen Dudung dua kali menjadi komandan kodim (Dandim). Setelah menjabat Dandim Musi Rawas, ia diangkat menjadi Dandim 0418/Palembang.

Karier dan profil Mayjen Dudung Abdulrachman pun mulai melesat setelah menjadi Aspers Kasdam VII/Wirabuana pada 2010. Ia lalu diangkat menjadi Danrindam II/Sriwijaya. Pria yang pernah menjadi loper koran ini lalu dipromosikan sebagai Dandenma Mabes TNI.

Lalu pada 2015, Mayjen Dudung dipromosikan sebagai Wagub Akmil hingga 2016. Setelahnya, jenderal bintang dua itu menjadi staf khusus KSAD dan Waaster KSAD.

Hingga pada 2018, Mayjen Dudung dipromosikan sebagai Gubernur Akmil. Lalu ia diangkat sebagai Pangdam Jaya pada 27 Juli 2020 menggantikan Letjen Eko Margiyono. Itulah profil singkat Mayjen Dudung Abdurachman yang kini menjadi Pangkostrad. DANS/DTK