Eks Penyandang Kusta Sumatera Utara Terlantar

Hipakad63.news | Sumut –

Puluhan warga binaan sosial penyandang eks kusta dari upt Huta Salem dan Lau Simomo mendatangi Kantor Gubernur Sumatera Utara untuk mengadukan nasib mereka, mereka merasa di-telantar-kan karena bantuan sandang pangan dari dinas sosial Provinsi Sumatera utara kerap datang terlambat, sehingga mereka mengaku sering menahan lapar, sebagai contoh bantuan yang harusnya untuk bulan 9 tahun ini di distribusikan di bulan 10, sering juga bantuan yang datang item nya tidak lengkap namun mereka disuruh untuk menandatangani sebagai bukti bantuan itu telah mereka terima

Samsul sebagai koordinator aksi yang juga penyandang eks kusta menjelaskan bahwa tidak tepat waktu dan amburadul penyaluran bantuan ini dimulai saat peralihan pembinaan penyandang eks kusta dari dinas kesehatan ke dinas sosial pada 2014, dia menyebutkan dulu ada janji dari dinas sosial bahwa penyandang eks kusta ini akan ada pembinaan namun sampai saat ini pembinaan itu tidak pernah terlaksana.

“Dulu kami sangat senang saat peralihan dari dinas kesehatan ke dinas sosial karena saat itu disampaikan bahwa ada point pembinaan tapi nyatanya tidak ada, kosong semua, jangankan pembinaan jatah kami pun tersendat-sendat” Ucapnya

Iya menyebutkan bahwa dinas kesehatan lebih baik dalam pelayanan kepada penyandang eks kusta, karena semua kebutuhan kami dapat ter-layani dengan baik.

” Saat dulu ditangani oleh dinas kesehatan kami merasa makmur karena kami merasa dilayani, masalah kesehatan, masalah sandang, masalah pangan semua kami dilayani dengan baik” terangnya

Maksud mereka mendatangi kantor gubernur ialah agar mereka dapat mengadukan nasib mereka kepada Gubernur Sumatera Utara bapak Edy Rahmayadi, karena mereka mengaku sudah berkali kali berkoordinasi dengan dinas sosial namun tidak ada perhatian dan perbaikan kinerja dalam pelayanan dinas sosial untuk masalah mereka

“Maksud kami datang kemari untuk menyampaikan kepada bapak Gubernur tentang nasib kami, dan bagaimana keadaan di lapangan, karena mungkin bapak gubernur selama ini hanya menerima laporan tertulis saja, sekalian kami ingin menanyakan apakah dana untuk kami orang eks kusta ini yang sudah di agenda-kan dan di program-kan memang tidak ada, karena kata orang dinas sosial apa yang mau kami berikan kepada kalian kalau dari atas pun tidak ada jatuh” ungkap Samsul

Mewakili Dinas sosial provinsi sumatera utara, kepala bidang rehabilitasi sosial Siti Fauziah dan jajaran menerima penyandang eks kusta untuk berdialog, dialog ini dilakukan di halaman parkir kantor Gubernur Sumatera Utara, beliau menjelaskan kepada penyandang eks kusta bahwa permasalahan ini terjadi karena pemborong yang mendapat tender penyaluran bantuan itu bermasalah dan sudah beberapa kali mendapat teguran sehingga kepala UPT Dinsos Hutasalem dan Lau Simomo tidak mau menandatangani pembayaran sebelum penyaluran bantuan itu di selesaikan, dia juga menyambungkan melalui video call kepada pihak UPT Dinsos Huta salem dan Lau Simomo agar berdialog langsung dengan penyandang eks kusta, terjadi ketegangan melalui vido call dalam pembicaraan itu karena penyandang eks kusta merasa tidak percaya dengan pihak UPT Dinsos Huta Salem dan Lau Simomo karena selama ini hanya berjanji saja tanpa ada solusi, mereka meminta dipertemukan langsung di kantor gubernur saat itu juga

“Kami kesini pun karena pihak UPT Dinsos Huta Salem dan Lau Simomo yang mengatakan terserah kalian mau kemana pun kalian mengadu, makanya kami kemari, karena keluhan kami tidak di dengarkan disana”Tegas Samsul

Setelah berdialog panjang, pihak perwakilan Dinas Sosial Sumatera Utara menawarkan kepada penyandang eks kusta untuk mengirimkan perwakilan-nya besok agar dipertemukan dengan pihak UPT Dinsos Huta salem dan Lau Simomo, juga dengan pemborong sebagai penyalur bantuan dan Kepala Dinas Sosial Provinsi Sumatera Utara, sehingga ada solusi untuk penyandang eks kusta secepatnya