Para Alumni UNKRIS, Gelar “Forum Pelurusan Sejarah Yayasan UNKRIS”

Foto: Dr. Nata Irawan, SH., M.Si,Ketua Umum IKEBA UNKRIS

Hipakad’63 News, JAKARTA (31/03/2021)

Universitas Krisnadwipayana (UNKRIS) yang sejak dulu diketahui sebagai universitas swasta tertua di Indonesia, karena berdiri tahun 1952, rupa-rupanya perlu meluruskan sejarahnya.

Para Alumni menggelar Acara “Forum Pelurusan Sejarah Yayasan UNKRIS” ini hari Selasa (30/03/2021), di Pendopo Univeritas Krisnadwipaya (UNKRIS), Jatiwaringin, Pondok Gede. Acara dilaksanakan atas inisiatif dan undangan Ikatan Keluarga Besar Alumni (IKEBA) Universitas Krisnadwipayana (UNKRIS), dengan Ketua Umum Dr. Nata Irawan, S.H., M.Si. dan Sekretaris Umum Dr. Bongsu Saragih, S.E., M.M.

Dalam acara tersebut, alumni Fakultas Hukum, Pontas Pasaribu, S.H., M.H, membacakan sejarah Yayasan UNKRIS berdasarkan Akta Pendirian yang asli. Akta Pendirian Jajasan Krisnadwipajana dibawa dan ditunjukkan pada saat pelurusan sejarah tersebut.

Diketahui, berdasarkan Akta Nomor 134 yang dibuat di hadapan Meester Lim Giauw Tian sebagai pengganti sementara Sie Khwan Djiou, Notaris di Jakarta, Anggaran Dasar  Pendirian Yayasan Universitas Krisnadwipayana dulu disebut Jajasan Universitet Krisnadwipajana, yang dibuat pada tahun 1954.

Dalam akta tersebut disebutkan nama-nama pendiri Yayasan Universitas Krisnadwipayana, sebanyak 12 orang sebagai berikut :

01. Meester Raden Sumarto Djojodihardjo, pengacara;

02. Abas Sutan Pamuntjak Nan Sati, Wakil Direktur Sekolah Menengah Atas Bagian C Negeri;

03. Dominee Frits Kilian Nicolaas Harahap, Kepala Kesejahteraan Mahasiswa Universitas Indonesia;

04. Djauhar Usman Iman, guru Sekolah Menengah Bagian Atas A/B/C Negeri Kebayoran;

05. Doctor Ong Eng Die, Menteri Keuangan RI;

06. Meester Iman Supomo, Kepala Bagian Perburuhan Kementerian Perburuhan RI;

07. Godlief Rudolf Pantouw, Pegawai Tinggi Kementerian Dalam Negeri diperbantukan pada Kementerian Agraria;

08. Djoe Khoen An, pemimpin Akuntan;

09. Suharsono, pembantu Sekretaris Universitet Krisnadwipajana;

10. Suprabowo, mahasiswa;

11. Meester Janio Pulungan, Kepala Bagian Perundang-undangan Kementerian Sosial RI; dan

12. Mohamad Saleh Hussein, Bendahara Universitet Krisnadwipajana; semuanya bertempat tinggal di Jakarta.

Namun, dalam perjalanannya, diduga ada pihak yang berusaha untuk mengaburkan sejarah. Sehingga dipandang perlu untuk meluruskannya, terutamaoleh para alumni yang sangat mencintai almamaternya itu.

Sebab, sejak tahun 1954 sampai anggaran dasar tahun 2002 pendiri 12 anggota tersebut masih eksis. Tapi, tahun 2003, tiba-tiba muncul seolah-ada pendiri lainnya dan yang 12 anggota sebagai pendiri atau perumus itu hilang.

Sebelumnya, pada hari Senin (29/03/2021), Ketua Umum IKEBA UNKRIS Dr. Nata Irawan, S.H., M.Si., dan Sekum IKEBA Dr. Bongsu Saragih, S.E., M.M., didampingi beberapa pengurus IKEBA melapor kepada Ketua Pembina IKEBA Dr. (HC) Zulkifli Hasan, S.E, M.M., sebagai salah satu Alumni FE (Fakultas Ekonomi) S1 Unkris. Saat ini beliau sebagai wakil ketua MPR-RI dan juga sebagai Ketua Umum PAN sangat mendukung acara yang akan digelar IKEBA UNKRIS.

Selanjutnya, pada acara “Forum Pelurusan Sejarah Yayasan Universitas Krisnadwipayana”, Dr. Nata Irawan, S.H., M.Si menyatakan beberapa poin penting yaitu:

1. Bahwa Alumni sebagai anak kandung, siap mengawal dan berupaya memajukan Universitas Krisnadwipayana;

2. Diharapkan Yayasan UNKRIS sebagai Badan Penyelenggara UNKRIS menjalankan sesuai Undang undang Yayasan dan amanah para pendiri mampu memajukan Universitas yang kita cintai;

3. Yayasan UNKRIS harus mampu mengakomodir semua pihak, bertanggujawab memajukan UNKRIS kearah perguruan tinggi kluster satu dan kampus merdeka yg unggul

4. Ikeba Unkris, berupaya menggalang kebersamaan utk mengembalikan Marwah Yayasan yg diamanahkan para pendiri

5. Ikeba mengharapkan Yayasan UNKRIS dapat mengikuti perubahan didasari amanah para pendiri.

Turut hadir di acara tersebut, para alumni yang pernah menjabat struktural seperti: Drs. Rahedi Soegeng, M.Si., Drs. Muhadi Riyanto M.M., dan alumni lainnya. Namun Prof. Dr. T. Gayus Lumbuun S.H., M.H., Fadil Djuawaid, S.H, M.H., selaku nara sumber acara berhalangan hadir karena ada tugas yang tidak bisa ditunda.

Sementara itu, Sekum IKEBA Dr. Bongsu Saragih, S.E., M.M mengatakan, pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan Dr. Aziz Syamsudin S.E., S.H., M.H (Wakil Ketua DPR R.I) dan Dr. Syarifudin Hasan, S.E., M.M (mantan Menteri Koperasi dan UMKM), selaku anggota Dewan Pembina IKEBA yang juga sebagai alumni.

“Beliau-beliau itu dengan tegas mendukung inisiasi pengurus IKEBA dalam meluruskan sejarah Yayasan UNKRIS,” ungkapnya.

Sedangkan IKEBA berdiri tahun 1985, dimana forum ini berfungsi sebagai kontrol, menghimpun potensi-potensi yang ada. Adapun agenda forum IKEBA kali ini para pengurus dan anggota membahas agar kedepan pihak yayasan bisa lebih transparan dalam melaporkan AD/ART kepengurusan yayasan dan IKEBA menjadi kontrol dan wadah untuk memfasilitasi setiap problema-problema yang ada dalam lingkungan kampus. “Harapan dari forum ini, jika tidak ingin terjadi polemik, kita harus duduk bersama. Kalau tidak mau, ya kita harus tetap jalan. Kita harus meluruskan sejarahnya, siapa yang berkontribusi besar buat UNKRIS harus jelas,” tegas Bongsu Saragih, yang juga anggota Dewan Penasehat Perkumpulan alumni “Krisna Group Jatiwaringin (KGJ)” ini. BIN/DANS