Pemerintah Kota Bekasi Keluarkan Laporan Hasil Rapat Koordinasi Komite Kebijakan Penanganan Covid-19 Dan Pemulihan Ekonomi Daerah Prov. Jabar

Hipakad63.news | Kota Bekasi –

Pemerintah Kota Bekasi melalui Video Conference mengikuti rapat koordinasi oleh Komite Kebijakan Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Daerah Provinsi Jawa Barat melalui Video Conference tanggal 27 Agustus Lalu.

Di dalam Video Conference dijelaskan tentang Kondisi terkini Kabupaten/ Kota yang memiliki kasus Covid-19, Kondisi keterisian tempat tidur (BOR) RS, hingga Stok Vaksin yang tersedia.

1. Perkembangan Pandemi Covid-19

berdasarkan sumber : Bersatu Lawan Covid, https://data.covid19.go.id/, 26 Agustus 2021, Update Data Kota Bekasi Terkonfirmasi : 92.276, Kasus Aktif : 1866, Sembuh : 89.409, dan Meninggal : 1001.

2. Perkembangan Tingkat Kasus Aktif tertinggi :

1. kabupaten Tasikmalaya
2. Kabupaten Subang
3. Kabupaten Indramayu

Dan untuk Kota Bekasi berada pada posisi Top 5 terbawah dengan persentase 2.20 %

3. Perkembangan Tingkat Kesembuhan

3 Kab/Kota dengan tingkat Kesembuhan terendah :

1. Kab. Tasikmalaya 69.70 %
2. Kab. Subang 82.92 %
3. Kab. Indramayu 86.09 %

Dan untuk Kota Bekasi berada pada posisi ke 2 kesembuhan tertinggi dengan persentase 96.72 %

4. Perkembangan tingkat Kematian

3. Kab/Kota Tingkat Kematian tertinggi

1. Kab. Garut 4.35 %
2. Kab. Indramayu 4.35 %
3. Kab. Karawang 4.21 %

Dan untuk Kota Bekasi pada posisi kedua terendah dengan persentase 0.51 %

5. Kondisi BOR RS COVID-19 per Kab/Kota

Kota Bekasi berada pada posisi medium dengan persentase 16.59 %

6. Peta Zona Resiko Kabupaten/Kota

Kota Bekasi berada di urutan ke 23 dengan level resiko dengan skor 1.95 %

7. Kecepatan Vaksin Kabupaten/Kota

Kota Bekasi dengan target sasaran 2.016.006 dengan persentase cakupan total 23.12 %

8. Sisa Stok Vaksin Kota Bekasi sebanyak 100.418

9. Leading Indikator Ekonomi Jawa Barat

• indeks Keyakinan Konsumen mengalami penurunan dari 93.1 pada triwulan II menjadi 63.0 pada triwulan III

• Indeks Ekspektasi Konsumen mengalami penurunan dari 115,1 pada triwulan II menjadi 87,5 pada triwulan III

• Indeks Kondisi Ekonomi mengalami Penurunan dari 71.1 pada triwulan II menjadi 38,6 pada Triwulan III