Misteri Jembatan Ciseel Penghubung 2 Desa, Butuh Perhatian Pemerintah!!!

Hipakad63.news l PANGANDARAN –

Jembatan sepanjang 30 meter dan lebar 3,5 meter membentang diatas sungai Ciseel yang seluruh badan Jembatan berbahan Kayu dan bambu adalah hasil swadaya masyarakat setempat dan partisipasi pelintas jembatan.

Berpuluh tahun lamanya masyarakat ber-gotong-royong untuk perawatan Jembatan ini. Namun beberapa tahun belakangan ini masyarakat mulai kewalahan dalam perawatan karena sebahagian bahan Jembatan yang sudah berkarat di makan usia.

Kini keadaan Jembatan semangkin parah. Hanya bisa dilalui kendaraan roda dua. Jum’at (10/11/2021).

Perlu diketahui, jembatan ciseel ini adalah penghubung 2 desa, yaitu desa Maruyungsari dan desa Karangpawitan kecamatan Padaherang kabupaten Pangandaran.

Begitu vital nya Jembatan ini para pelajar SD,SMP, SMA, yang harus melintasi Jembatan ini mesti berhati hati karena dengan kondisi bantalan jembatan yang menggunakan kayu kelapa dan sulaman Bambu.

Salah seorang perangkat desa maruyungsari yang ngga mau disebutkan namanya mengatakan, bahwa wewenang ada di pihak Pemerintah Kabupaten, dan pihak desa telah berkali-kali mengusulkan ke Kabupaten bahkan propinsi agar Jembatan Ciseel (jembatan sa’i) bisa di bangun sesuai fungsinya yang sangat vital dan hingga saat ini belum terealisasi,”ujarnya.

Lebih lanjut, tentang permasalahan jembatan sangat mengapresiasi segala upaya untuk pembangunan jembatan,”memang jembatan ciseel bukan berada di wilayah desa maruyungsari, tapi kita berharap agar pihak berwenang segera membangun jembatan yang sangat vital ini, karena jembatan tersebut awal dibangun dari partisipasi atau swadaya masyarakat, perawatan juga dari hasil keikhlasan pengguna jembatan, bahkan sudah berkali kali di usulkan dan sempat mau dibangun namun tetap jadi misteri sampai sekarang,”ungkapnya.

Hal senada juga disampaikan warga saat dikonfirmasi team Hipakad63.news, bahkan sangat mengeluhkan dengan keadaan jembatan sekarang ini. “Kami warga disini sangat mengharapkan pemerintah segera bangun jembatan ini. Sekarang ini kami memutar jauh apalagi kalau musim penghujan, jembatan tidak bisa dilalui kendaraan roda 4, hanya roda 2 itupun harus hati hati.

Sebelumnya kami selalu ber-gotong-royong untuk perawatan jembatan, tapi karena banyak material jembatan sudah lapuk jadi harus diganti dan itu sulit dilakukan karena bahan bantalan nya semua dari kayu kelapa dan mesti dibeli,”ujar warga.

“Iya, kami berharap agar pemerintah kabupaten memberi perhatian perihal jembatan ciseel ini. Terlebih saat ini sudah dibuka badan jalan selebar 3,5 hingga 4 meter dan sudah beton rigid” ungkapnya.

“Ini juga untuk mendukung pembangunan jembatan, sehingga kami berharap agar jembatan segera bisa terealisasi dan biar ngga di jadikan janji janji politik,”harap warga. (Team/Hipakad’63.news)