Gelar Demo di Hari Kemerdekaan RI Ke-76 Tahun, Massa Aksi Minta Gubernur Jabar Pecat Kepsek SMAN 1 Kota Bekasi

Hipakad63.news | Kota Bekasi –

Sejumlah Wartawan yang menamakan diri Aliansi Wartawan Bekasi dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Indonesian Fight Coruption (IFC) menggelar aksi demo didepan gedung Sekolah yang berlokasi di Jl. KH. Agus Salim RT.010/RW.007, Kel. Bekasi Jaya, Kec. Bekasi Timur, Kota Bekasi, Jawa Barat bertepatan dengan Peringatan HUT RI Ke-76 Tahun, Selasa (17/8/2021).

Dalam aksinya, mereka menuntut Kepala Sekolah (Kepsek) SMA Negeri 1 Kota Bekasi, Ekowati dipecat dari jabatannya.

Pasalnya, Ekowati dinilai mengekang kebebasan Pers dengan membuat aturan wartawan dan LSM hanya bisa datang ke sekolah tersebut setiap hari Selasa.

BACA JUGALewat Stiker, SMA Negeri 1 Kota Bekasi Intimidasi Kinerja Wartawan dan LSM

“Aturan tersebut jelas melanggar kemerdekaan wartawan dalam mencari informasi di sekolah tersebut yang diduga banyak kecurangan saat PPDB 2021. Aturan itu jelas kita tolak karena wartawan dalam bekerja tidak dibatasi waktu,” tegas Sekretaris Ikatan Wartawan Online (IWO) Kota Bekasi, Saut Manulang ditengah-tengah aksi

Sementara itu, Ketua LSM IFC, Intan Sari Geni mengatakan sengaja kita ambil aksi di momentum hari Kemerdekaan 17 Agustus 1945 ini. Pasalnya, dirinya mengaku merasa miris dengan kondisi pendidikan saat ini yang belum Merdeka bagi mereka yang tidak mampu, juga bagi mereka yang tidak punya akses dan uang di sekolah itu.

“Kepala Sekolah SMAN 1 Kota Bekasi mengelola sekolah tersebut bergaya kapitalis. Banyak dugaan kecurangan yang ada di Sekolah tersebut,” ujar Intan.

BACA JUGA :Temukan Indikasi Kecurangan Dalam Proses PPDB Online, IFC Mau Melaporkan Kepsek SMAN 1 Dan SMAN 3 Kota Bekasi Ke Aparat Hukum!

Dirinya pun mendesak agar Gubernur Jabar, Ridwan Kamil telah gagal dalam meng-akomodir kecurangan saat PPDB 2021.

“Jika Kepsek SMAN 1 Kota Bekasi tidak me-respon aspirasi, kita bawa masa yang lebih banyak lagi,” papar Intan.

Intan menambahkan, kemajuan kita sebagai Bangsa tidak bisa lebih cepat daripada kemajuan kita dalam Pendidikan, karena pikiran manusia adalah sumber daya fundamental kita!

“Pendidikan adalah jiwa sebuah masyarakat karena pendidikan melewati satu generasi ke generasi lainnya, Hanya pendidikan yang bisa menyelamatkan masa depan, tanpa Pendidikan Indonesia tak mungkin bertahan,” pungkasnya.

Aksi tersebut terlihat mengikuti Protokoler Kesehatan. Selain itu, massa aksi juga memasang gembok di pagar Gedung Sekolah sebagai tanda penyegelan.