DPW HIPAKAD’63 SUMUT Peduli Kaum Dhuafa

Hipakad63.news | Deli Serdang –

Ditengah situasi pandemi covid-19 di Indonesia, Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Himpunan Putra Putri Keluarga Besar TNI-AD (HIPAKAD’63) Sumatera Utara (Sumut) yang dipimpin oleh Eddy Susanto, Amd. turun ke masyarakat untuk melihat kondisi warga di kelurahan Lau Dendang Kecamatan Percut Sei Tusan Kabupaten Deli Serdang. Terlihat masih banyak warga yang perekonomian-nya masih jauh dari kata sejahtera, bahkan saat salah satu warga diajak berbincang mengaku tidak mendapatkan bantuan presiden seperti BLT dari Presiden Jokowi.(12/11/2021)

Dalam kesempatan kali ini Ketua Eddy bersama jajaran pengurus DPW HIPAKAD’63 Sumut didampingi LKBH HIPAKAD’63 Deli Serdang -Sumut yang dipimpin Ketua Budi Arisandi, SH., bersama pengurus lainnya mencoba merasakan apa yang dirasakan warga dengan menjalani kegiatan sehari-hari dari masyarakat sekitar. Diantaranya ada yang menjadi kuli bangunan dan pengumpul barang bekas (botot). Pengurus DPW dan LKBH HIPAKAD’63 SUMUT merasakan pahit dan kerasnya kehidupan ditingkat sosial terendah, dan mereka merasa sedih serta kecewa terhadap pemerintah setempat yang kurang mempedulikan nasib warganya yang kurang mampu dari segi ekonomi. Dilihat ada yang 1 hari hanya sekali bisa makan, bahkan ada juga yang dalam sehari tidak makan sama sekali hanya berbekal minum untuk bertahan hidup jika tidak dapat penghasilan di hari itu.

Ditambah lagi ada sebuah keluarga dimana ada seorang nenek bernama Mirhamah Tanjung berusia 84 tahun yang memiliki 3 orang anak, 2 diantaranya memiliki gangguan jiwa dan 1 tidak memiliki pekerjaan yang hanya bergantung pada penghasilan sang cicit yang bernama Fauzan dengan profesi sebagai kuli bangunan. Fauzan yang tidak punya kemampuan selain menjadi buruh kasar ( sebelumnya tukang sol sepatu di pinggir jalan-red.), tidak bisa membaca karena ditinggal pergi kedua orang tuanya yang telah berpisah dan tidak menganggap keberadaannya.

Fauzan sebagai tulang punggung untuk nenek dan saudara kandung nenek-nya yang mengalami gangguan jiwa serta eyang-nya (ibu neneknya, Mirhamah Tanjung), hanya bisa berusaha mencari nafkah mengandalkan otot-nya karena tidak pernah menginjak bangku sekolah. Rasa sayang Fauzan kepada nenek dan 2 saudara kandung nenek-nya yang orang dalam gangguan jiwa (ODGJ) beserta eyang-nya menjadikannya harus bisa kuat untuk bisa menghidupi keluarga kecilnya itu. Jika Fauzan tidak bekerja, maka nenek dan 2 saudara kandung nenek-nya yang ODGJ serta eyang-nya akan kelaparan dan juga menderita. Ditambah lagi Fauzan yang berusia 23 tahun ini tertimpa musibah dikarenakan dituduh menggelapkan sebuah kendaraan bermotor dan mendapat penganiayaan dari sang pemilik.

Rasa sedih yang tak berujung dirasakan pengurus DPW dan LKBH HIPAKAD’63 SUMUT ini membuat mereka merasa harus membantu keluarga ini. “Kami akan menggedor pemerintah setempat, baik itu dari kepala lingkungan, kepala desa, camat hingga Bupati agar memperhatikan warganya ini. Mereka dipilih dari rakyat, jadi mereka harus mempedulikan rakyatnya. Bukan mengabaikannya.”, Ucap Ketua Eddy dengan tegas .

Disisi lain Ketua LKBH HIPAKAD’63 Deli Serdang -Sumut, Budi, akan membantu meng-advokasi permasalahan yang dialami Fauzan. “Kami dari LKBH HIPAKAD’63 SUMUT akan membantu Fauzan mendapatkan keadilan dan mengangkat kasus ini ke ranah hukum”, tegas Ketua Budi.

Masyarakat setempat berharap melalui HIPAKAD’63 SUMUT, baik itu DPW dan LKBH HIPAKAD’63 bisa menyampaikan ke pemerintah tentang kehidupan yang mereka jalani serta menciptakan keadilan di negeri ini.

Di akhir kegiatan , Ketua DPW dan LKBH HIPAKAD’63 SUMUT, Ketua Eddy dan Ketua Budi, memberikan sedikit bantuan kepada keluarga Nenek Mirhamah Tanjung yang dikumpulkan dari hasil donasi yang dikumpulkan dari Pengurus DPW HIPAKAD’63 Sumut, LKBH HIPAKAD’63 Deli Serdang-Sumut dan DPC HIPAKAD’63 Medan sebagai bukti kepedulian dan keprihatinan rekan juang HIPAKAD’63 yang ada di Sumatera Utara untuk mengurangi beban keluarga Nenek Mirhamah Tanjung.

“Kami akan mengajukan permasalahan ini ke Bupati Deli Serdang melalui dinas sosial Deli Serdang untuk lebih memperhatikan dan peka terhadap masyarakat seperti ini. Bukan hanya di lokasi ini, melainkan seluruh warga yang membutuhkan didaerah yang mereka pimpin”, tutup Ketua Eddy.