Anggota DPD RI Sabam Sirait Meninggal Dunia.

Hipakad63.news | Jakarta –

Anggota DPD RI, Sabam Sirait tokoh senior PDIP wafat pada hari Rabu, 29 September 2021 pukul 22.37 WIB di RS Siloam.
Berita Duka juga sudah tersebar di group Senior Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI), Sabam Sirait (Ompung Marsahala Doli) meninggal pada usia 85 tahun.

Almarhum Sabam Sirait, lahir di Pulau Simardan, Tanjungbalai, Sumatra Utara, 13 Oktober 1936, menikah dengan istri tercinta dr Sondang Sidabutar MM memberikan buah kasih atas Anak dan menantu serta cucu yakni :

Anak & Menantu:
* Maruarar Sirait, S.IP / Shinta Triastuti br Sidabutar, SE.
* dr. Batara Imanuel Sirait, Sp.OG KFER / Tasya Purba, S. Si
* Johan Sirait SH / Cynthia Margaretha br Sidabutar
* Mira Sirait, S.Psi. MSc / Putra Nababan, BA

Cucu-cucu:
Marsahala Yoshua Sirait, SH
Amaris Sirait
Ayra Sirait
Alaska Sirait
Alva Sirait
Aubriel Nababan
Gabriel Nababan
Namora Nababan

Sejak muda Almarhum Sabam Sirait sudah aktif di organisasi pada saat masih duduk di bangku kuliah sebagai mahasiswa Hukum Universitas Indonesia dan juga aktif di Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia ( GMKI) Cabang Jakarta.

Karier politik beliau dimulai sejak tahun 1967 menjadi anggota DPR GR ter-muda, dan sampai akhir hayatnya masih menjabat sebagai Anggota DPD RI dan mendapat penghargaan Bintang Maha Putra Utama dari Presiden RI Joko Widodo.

Karier:
* Anggota DPR Gotong Royong (DPR-GR) periode 1967-1973
* Anggota DPR RI periode 1973-1982
* Anggota Dewan Pertimbangan Agung Republik Indonesia (DPA-RI) periode 1983-1993.
* Anggota DPR RI periode 1992-2009
* Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI), periode 2019– sekarang

Partai Politik:
*Pejabat Sekretaris Jenderal Partai Kristen Indonesia (Parkindo): periode 1963-1967
* Sekretaris Jenderal Parkindo: periode 1967-1973
* Penandatangan Deklarasi Pembentukan Partai Demokrasi Indonesia (PDI), tanggal 10 Januari 1973
* Sekretaris Jenderal PDI tiga periode: periode 1973-1976; periode 1976-1981; dan periode 1981-1986
* Pendiri Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan), September 1998.
* Anggota Dewan Pertimbangan Pusat (Deperpu) PDI Perjuangan: 1998-2008

Bangsa Indonesia kehilangan putera terbaik-nya, beliau adalah Bapak dan Guru dalam kancah per-politik-an di Indonesia yang setia pada cita-cita Proklamasi, UUD 1945 dan Pancasila. Dan merupakan politisi sejati juga sederhana, yang selalu berjuang untuk demokrasi dan keadilan terutama rakyat kecil.

Selamat jalan senior sekaligus guru bangsa yang selalu memberikan tauladan kepada kami, semua atas karya-karya yang telah ditorehkan untuk demokrasi di Indonesia.